Kontroversi Seputar Alternatif Busybox

Sebuah proposal untuk membuat alternatif Busybox open source yang tidak dilisensi non-GPL mengundang kontroversi. Sebuah dugaan yang dilakukan oleh Matthew Garrett bahwa pengembangan pengganti didesain untuk memungkinkan melanggar GPL.

Garett menjelaskan bahwa hal tersebut dapat tejadi karena mengizinkan pengembang sistem embedded untuk menggantikan satu bagian piranti lunak yang secara berulang dan telah sukses digunakan di pengadilan oleh Software Freedom Conservancy (SFC) untuk melawan perusahaan yang tidak mempublikasikan atau membuat kode sumber tersedia untuk publik untuk piranti lunak berlisensi GPL yang mereka gunakan. Garett mengklaim bahwa dengan adanya alternatif ini orang bisa melanggar lisensi dan bebas dari hukuman. Garrett mengklaim, jika sebuah perusahaan memaketkan alternatif Busybox, karena tidak ada pemegang copyright kerel yang menawarkan untuk mengizinkan SFC untuk memaksakan copyright mereka.

Busybox digunakan secara meluas di device embedded karena mengurangi I/O, penggunaan disk dan memory dengan mengkompress banyak perintah unix kecil menjadi satu. sebuah binari tunggal yang bersi kode untuk berbagai perintah Unix/Linux dan binari tersebut kemudian dilink secara simbolik di filesystem ke berbagai perintah yang ada. Ketika berjalan, Busybox menggunakan nama file yang berjalan bersamanya untuk menentukan kode perintah yang harus dieksekusi. Busybox dirilis dibawah GPL versi 2.

Proposal yang diajukan Tim Bird dari Sony secara eksplisit menyatakan bahwa salah satu alasan untuk membuat versi non-GPL adalah untuk menghindari kemungkinan litigasi oleh SFC. SFC dengan bantuan Software Freedom Law Center, dimasa lalu telah memasukkan banyak kasus pelanggaran GPL disekitar copyright Busybox dan mendapat kesuksesan dalam kasus-kasus tersebut di ruang pengadilan.

Bird mengkritik aksi SFC karena sebagai bagian dari permintaan mereka untuk memperbaiki pelanggaran GPL busybox, SFC meminta kode sumber yang tidak berhubungan dengan dengan busybox. Proses ini menurut Bruce Perens, setidaknya dalam kasus Best Buy, menyebabkan perusahaan yang meyelesaikan kasus dengan SFC harus membayar SFC $5000 per piranti lunak yang mengandung piranti lunak bebas untuk di audit selama tiga tahun setelah penyelesaian kasus.

Bird bekerja dengan Rob Landley, bekas maintainer Busybox yang merupakan salah satu pemegang copyright dan penggugat pada beberapa kasus Busybox. Landley mengerjakan pengganti Busybox sejak tahun 2006 yang diberi nama Toybox, dan pada bulan November 2011 Bird mengontak Landley. Bird sedang berjuang menyesuaikan kebutuhan Android dimana tidak ada GPL di userspace dan membutuhkan aplikasi yang lebih powerful dibandingkan Busybox-lite yang dilepas dengan lisensi Apache.

Landley mengubah lisensi Toybox menjadi 2 clause BSD bulan tersebut. Landley terdilusi karena Busybox dijadikan proxy untuk mendapatkan akses ke kode yang digunakan oleh perusahaan pengguna Busybox tetapi Busybox sendiri tidak mendapat tambahan kode di repositorinya. Dalam komentar di LWN.net, Landley menjelaskan bahwa dia tidak dibayar Sony untuk mengerjakan Toybox tetapi dia mengembangkannya karena dia percaya bahwa Toybox lebih baik dibanding Busybox.

Bird juga menekankan bahwa tujuan ini bukan membantu orang melanggar GPL tetapi untuk mengurangi irisko hal buruk besar dimasa yang akan datang misalnya terjadi kesalahan dalam rantai pasokan sebuah produk dan mengingatkan bahwa Sony memiliki track record yang bagus untuk kepatuhan terhadap GPL seperti adanya Situs Download Sony Source Code.

Via :

5 thoughts on “Kontroversi Seputar Alternatif Busybox

  1. Pingback: lnxbox

  2. Pingback: muhammad panji

  3. Pingback: Rangkuman Linuxbox.web.id – 30 januari – 3 Februari 2012 « POJOK LINUX

  4. Pingback: Rangkuman Linuxbox.web.id – 30 januari – 3 Februari 2012 « Nixfamily’s Blog

  5. Pingback: Rangkuman Linuxbox.web.id – 30 januari – 3 Februari 2012 « Kurungsiku Teknologi Microblog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *